Menilik desain yang dikampanyekan Afwan, coba lihat foto Afwan yang di-seolah-olah-animasi-kan: hitam, dengan tanda pagar DUniaAkhirat, dan setengah-badan-ke-atasnya seperti dikerangkeng pada coretan angka romawi. Sebagai mantan asisten desainer grafis Fakultas Psikologi UGM, menurut saya, desain kampanye Afwan itu memiliki efek kelam, garang, seram, agak suram. Saya nggak bisa membayangkan kalau desain seperti itu ditiru oleh Pak Jokowi saat maju nyapres tahun 2019 meski sah-sah aja karena beliau suka Metallica.

Ah, ya! Mungkin desain seperti itu memang representasi dari diri Afwan. Mungkin juga ia mencocokkan dengan band-band indie di Indonesia. Jadi, kalau misalnya desain itu disablon di kaos, kaos itu sangat cocok dikenakan saat menghadiri konser band dengan bintang tamu The SIGIT, Seringai, Efek Rumah Kaca, NDX AKA atau Vagetoz Reborn. Sebaliknya, kaos dengan desain hitam berwajah Afwan berkacamata itu nggak layak dipakai saat konser yang folky-folky gimana gitu seperti Stars and Rabbit, Payung Teduh, Illona And The Soul Project, atau Raisa X Isyana X Via Vallen (X Lobow).

Share: