bensin SPBU kamu

Bensinnya langka. Antrinya melengah. Tetapi ada saja yang selalu membuat kita tidak terpana-pana.

Kalau-kalau dulu waktu seseorang masih kecil, orangtua hendak berangkat ke kantor dan bertanya kepada seseorang yang masih kecil, “Titip apa, sayang?” Paling sering sih dijawab, “Titip mainan, pah…”

Nah-nah sekarang waktu seseorang itu sudah tidak kecil lagi, orangtua hendak berangkat bekerja dan sempat sesekali bertanya kepada seseorang yang sudah tidak kecil, “Titip apa, nak?” Boleh jadi ia menjawab, “Titip bensin, pah. Please.”

Ini bukanlah artikel papan atas yang layak dimuat di surat harian. Bukan pula opini pedas menyayat cadas yang diperuntukkan kalangan pemerintah. Oi, oi, ini cuma selingan hangat buat bensin dan SPBU dan kamu.

Saat ini kita tidak membutuhkan pergolakan kecam-kecaman. Semoga lekas diatasi. Lekas dicintai. Kita yang melangkakan BBM patut untuk selalu bersiap-siap. Bukan malah bersial-sialan.

Pastinya banyak yang kritis. Pastinya juga banyak yang emosi. Eh, menurutku, kita perlu rehat. Coba pikir-pikir sejenak kata apa saja yang bisa dirangkaikan hingga membentuk SPBU?

SPBU : Scheduled Penting Berubah Urgent

Penting untuk dijadwalkan. Buat kendaraan agar tidak melengos membabi-CINTA-buta. Ini ceritanya macak mekanikan. Yakni agar kendaraan Anda tetap hemat, matikan mesin kendaraan Anda sejenak ketika lampu merah. Tips ini sudah saya hafal ketika krisis BBM beberapa tahun lalu.

SPBU : Supaya Patient Biar Understand

Ini lho, kak! Udah tahu artinya kan? Silakan dipahami. Dicintai juga. Biar paham, supaya sabar.

SPBU : Siang Panas Berantrian Untukmu

Saat pagi sekali….. Maaf, sebaiknya ditulis begini: Saat larut tengah malam ketika manusia-manusia melelapkan tidur dan menyenyakkan mimpinya, antrian bensin boleh jadi tidak mengular panjang. Tetapi, apa boleh buat? Di siang-siang yang panas, demi memperolehmu. Berantrian untukmu. Untuk bensin. Hufty.

SPBU : Sevma Proud Barely Unyu-unyu

Iki malah ngopo, yo?

Wis ah, kak! Semestinyalah kita rehat sejenak. Take a rest dulu, kak!

Siang hari. 2708.2014

Share: