menulis

Kalau disangka-sangka, setiap tulisan bisa menjadi setiap dedikasi. Tiap kata adalah hasil olahan pribadi yang membentuk beberapa kalimat. Alinea dan paragraf berpadu membentuk set-up. Dan, pada saatnya satu atau lebih punchline muncul bertaburan.

Cerita dalam sastra yang memiliki tokoh-tokoh tertentu bisa menjadi pengibaratan diri sendiri atau orang lain (atau seseorang yang sangat spesial). Esai non-fiksi tertulis dan/atau tercetak yang di dalamnya terdapat keingintahuan. Konklusi disesuaikan pemikiran dan sudut pandang penulisnya. Bias yang terjadi sanggup diatasi, dengan syarat: dibaca oleh orang yang sepikiran dan sesudut pandang. Sama dan melegakan.

Menepis kesusahan tidak sekadar menganggap mudah. Motivasi yang kuat untuk selalu menulis perlu dijaga. Mencari pepatah dari para penulis populer, itu salahsatunya.

Stephen King berujar, “The scariest moment is just before you start.”

Sebelum mulai menulis itulah yang merupakan momen yang paling menakutkan. Setelah itu, mulailah dengan satu kata, sambungkan dengan kata yang lain. Dan, kita akan menemui momen yang tidak termenakutkan. Tetapi inilah momen yang paling menyebalkan. Yaitu adalah di saat ingin melanjutkan.

Mari diakhiri. Biarkan saya mengakhirinya… Sampai jumpa!

_____________

0805.2015, sunyi malam hari.

Share: