Butuh waktu untuk mengerti esensi suatu hal yang kausukai, kaucintai, dan kaubenci. Sejatinya, hati tak pernah berbelok arah, hanya saja kau-kau saja yang membelokannya. Dari suka dilanjutkan ke cinta, dari cinta dibelokkan ke benci. Oh, manusia… Tak pernahkah kita berbelas kasihan dengan hati kita sendiri? Berputar-putar penuh angan memaksakan kehendak dan kepuasan.

Aku ingin mengulanginya. Butuh waktu untuk mengerti esensi suatu hal yang kausukai, kaucintai, dan kaubenci.

Semuanya tak pelak ingin dimiliki. Sebagian yang hilang justru tak terurus, terbuang bersama rasa cinta yang telah kaubelokkan. Benci sudah semua urusan. Cari kepuasan lain. Berputar-putar penuh angan memaksakan kehendak dan kepuasan. Oh, manusia… Kali ini berjanjilah agar kau hidup dengan kesederhanaan.

Kesederhanaan.

Karena kesederhanaan mengajarkan esensi dari suatu hal yang kausukai, kaucintai, dan kaubenci.

Kesederhanaan takkan membenci waktu. Ia akan bersahabat dengannya, karena ia sangat membutuhkan waktu.

Share: