Kemunduran umat Islam di Indonesia (secara kurang signifikan) justru dipaparkan tokoh-tokoh dari latar belakang pendidikan masing-masing: karena kemiskinan merajalela (ekonomi), karena masih banyak penyakit menular (kedokteran/kesehatan), karena tidak banyak yang berkecimpung ke ranah pemerintahan (politik), dsb., dsb.

Padahal kemajuan umat Islam di masa lampau itu menjadi amat maju karena diawali dengan tekadnya memahami aqidah yang lurus. Tidak lain pula bahwa menjadi penuntut ilmu agama mampu menjadi sarana dalam memajukan peradaban Islam. Lantas selama ilmu terus-menerus dituntut dan amal membarenginya, pastikan bahwa kokohnya peradaban Islam akan ditemui. Hanya saja, saat ini hiburan duniawi merajalela baik terencana maupun dadakan. Tapi kita berhak memilih: mana yang bisa menjunjung agama dan mana yang tidak. Pilihan bisa dijawab di benak masing-masing: pilih hadir konser atau hadir kajian agama Islam?

(faidah dirangkum dari kajian jelang buka puasa oleh Ustadz Sulaiman Rasyid dan ceramah tarawih oleh Mas Hasim Ikhwanudin, di Masjid Pogung Dalangan)

Share: