Di bulan Ramadhan 1435 H, saya mengikuti suatu kepanitiaan yang menakjubkan dan membanggakan. Saya jelas mudah mengenang kejadian di event ini. Suatu event yang keren. Event yang pesertanya adalah anak-anak beragama Islam. Hi, readers, I love children.

Event tahunan ini diprakarsai oleh Keluarga Muslim Psikologi (KMP), yang di bawahnya terdapat divisi Nuansa. ELBOM adalah salahsatu program kerjanya. Seperti pada judul, ELBOM merupakan akronim dari Liburan Bocah Muslim. Anak-anak yang didaftarkan orang tuanya untuk mengikuti ELBOM –saya rasa– adalah agar mampu memanfaatkan liburan dengan baik. Tidak hanya liburan saja, mereka diharapkan bisa memanfaatkan bulan Ramadhan yang penuh berkah. ELBOM ini diselenggarakan pada tanggal 6-8 Ramadhan 1435 H atau 4-6 Juli 2014.

Babak Awal

Sebelum saya cerita soal hari H event ELBOM, saya hendak menceritakan proses saya mengikuti kepanitiaan ini. Beberapa bulan sebelum event ini, terdapat open recruitment untuk menggalang siapa saja yang hendak ikut menjadi panitia. Calon panitia tentunya terbatas hanya untuk mahasiswa Psikologi UGM dan beragama Islam.

Saya mengingat dengan alat bantu sebuah handphone bahwa pada minggu ketiga saya mengirim pesan ke salahsatu anggota Nuansa KMP. Pesan itu berisi tentang kapan oprec digelar. Saking mendambanya, saya melakukan itu. Bertanya. Penerima pesan justru bilang bahwa itu bukan wewenangnya sekalipun ia juga agak tahu bahwa oprec akan digelar pada minggu keempat April 2014.

Beberapa hari berikutnya, ketika ada jeda waktu perkuliahan, saya mampir ke papan BKM Psikologi di sebelah utara musholla Filsafat. Benar, papan milik KMP sudah terisi full sebuah mading besar yang merupakan papan oprec. Terdapat banyak sie/divisi (untuk seterusnya cukup saya tulis ‘sie’ saja) di kepanitiaan ELBOM. Tiap sie sudah terdapat koordinatornya. Kemudian, saya menulis nama dan nomor HP saya di bagian tumpukan kertas yang di cover-nya bertuliskan Acara.

­Pagi hari, tanggal 1 Mei 2014, koordinator Acara ELBOM, Tata, mengirim pesan singkat:

“Assalamualaikum, Sevma. Kamu daftar jd sie acara Elbom kan? Selamat datang ya wkwk. Nanti kita bakal kerja bareng sama Aliya & Imim & Afif & belum tau lg siapa hehe. Mohon kerjasamanyaaa :D”

Kemudian saya balas 3 menit kemudian:

“Wa alaikumus salam.. Kayake aku kmrn lihat di poster gedung hanya tertulis aku dan aku.”

Dibalas lagi 1 menit kemudian:

“Wkwk iya aku closereq sev.”

Yeah, i am the only oprec man!

Tentunya, tidak hanya berhenti di proses oprec, masih ada bagian babak panjang setelah babak awal itu. Setelah diterima bergabung dengan Sie Acara ELBOM, banyak agenda rapat untuk membahas pelaksanaan ELBOM. Rapat Acara perdana adalah pada tanggal 5 Mei di depan ruang G-100. Rapat-rapat yang lain menyusul untuk mendukung konsep pelaksanaan ELBOM.Tempat rapat yang sering digunakan adalah depan ruang G-100, atrium gedung A, dan teras gedung B.

Hingga bulan Juni yang mulai saya tapaki dulu, kepanitiaan di kampus tidak hanya satu saja, tidak hanya ELBOM. Ada dua keikutsertaan saya di dua kepanitiaan yang lain. Pertama adalah ospek Fakultas Psikologi UGM yang kerap disebut HALO PRK atau Hari Pengenalan dan Orientasi Psikologi Rumah Kita. Yang pertama ini, sama seperti ELBOM, saya menjadi anggota Sie Acara. Sedangkan yang kedua adalah sebagai Ketua Panitia RdP. RdP merupakan singkatan dari Ramadhan di Psikologi.

Bulan Juni waktu itu merupakan bulan akhir semester genap yang sekaligus menjadi bulan yang menyibukkan. Ujian Akhir Semester (UAS) yang berada di minggu ketiga bulan Juni ikut menyaingi agenda-agenda kepanitiaan. UAS dan rapat-rapat berseru-seru minta untuk diperhatikan.

Selasa, 24 Juni 2014 merupakan jadwal UAS terakhir, mata perkuliahan Teori Kepribadian. Dua hari setelah itu, beberapa panitia ELBOM –rata-rata diikuti Sie Acara– melakukan survei ke lokasi yang sudah dipesan. Lokasi yang tinggi, maklum berbukit-bukit. Itulah pertama kalinya saya mengendarai sepeda motor ke tempat perbukitan. Imogiri, Bantul hingga Panggang, Gunung Kidul.

Setibanya di lokasi yang merupakan desa wisata, saya terpesona oleh seni kriya yang dipamerkan di berbagai titik. Seni kriya-nya berbahan dari pohon yang dibentuk secara abstrak menyerupai makhluk hidup. Bukan patung yang dibuat dengan cara ukiran.

Nah, desa wisata itu ternyata sedang digunakan untuk lokasi syuting suatu film. Terdapat stiker pada salahsatu mobil pick-up yang diparkir di lokasi itu menyatakan bahwa film itu hendak ditayangkan di bioskop akhir tahun 2014 ini. Menurut saya, film ini pasti bertema religius. Kami selaku panitia ELBOM yang sudah memesan lokasi itu terlebih dahulu terpaksa berpindah ke lain tempat. Dengan lapang dada, kami mengalah. Kabar buruknya ialah bahwa pelaksanaan ELBOM tinggal menyisakan 8 hari lagi. Di sisi lain, ada kabar baiknya juga. Kabar baiknya ialah lokasi pelaksanaan ELBOM sudah diganti dan ditetapkan 2 hari setelah survei ke desa wisata. Tangguh nian.

Technical Meeting (TM) ELBOM dilaksanakan sore hari, 2 Juli 2014. TM sore itu mengundang para orangtua. Panitia mempresentasikan rundown dan konsep tematik mengenai ELBOM 2014. Tak kalah bahagianya, saya sempat mengenal beberapa anak yang menjadi peserta di ELBOM 2014 kali ini.

ELBOM G - 100

Ruang G – 100 sebagai tempat TM ELBOM 2014

Inilah babak awal menapaki event Liburan Bocah Muslim 2014. Babak selanjutnya adalah babak pada hari-H. Babak selanjutnya yang lebih menakjubkan dan keren. Judul tulisan ini diakhiri tulisan ‘(Bagian Awal)’, maka jelas sudah bahwa tulisan ini ada sambungannya.

Tetep sregep lan migunani.
Ayo berbahagia!

2007.2014; 8.42

Terima kasih buat koordinator Publikasi-Dokumentasi ELBOM 2014 atas jepretan fotonya.
Maaf, saya sunting

Share: