the favourite 2018

Mulanya, sebagai penonton, saya mengira bahwa The Favourite (2018) sekadar film perang; yang tanpa adegan roman, ia mampu berdiri kokoh sebab ia digarap sutradara Yunani, Yorgos Lanthimos. Namun, siapa sangka bila film ini menyinggung roman dalam balutan topik yang tidak pernah berhenti menghangat: lesbian.

Abigail (Emma Stone) sebagai tokoh utama selalu tampil menawan. Ia tidak seenerjik dan selincah waktu bermain peran di La La Land (2016), tetapi sebagai seorang pelayan yang kemudian mendapat posisi spesial untuk mendampingi ratu, Queen Anne (Olivia Colman), ia mampu menunjukkan sikap elegannya. Lawan mainnya, Lady Marlborough (Rachel Weisz) cemburu.

Absurditas antarperan tidak bermuara pada orientasi seksual Queen Anne semata. Abigail dan Lady Marlborough sering kali menyimpan sifat liciknya. Bagian terparahnya ialah saat Abigail “mengusir” Lady Marlborough dan membuatnya terkurung di rumah bordil, jauh dari istana. Queen Anne yang merindukan Lady meminta semua pengawalnya mencari Lady. Dalam proses pencarian itu, Abigail mendapatkan kesempatan menikahi Masham (Joe Alwyn)—yang tanpa perlu diucapkan, Anda sudah tahu maksud Abigail nantinya seperti apa. Jelas, ia tidak mau kalah dari kepiawaian Lady mengelola Queen Anne.

Dua jam durasi film turut menyajikan permainan unik yang merebak di kerajaan, semisal balapan bebek dan adu tembak burung. Permainan tersebut merupakan capaian Yorgos yang tak luput membingungkan penonton. Simbol kerajaan diserempetkan pada kondisi gila penguasa dan orang-orang di sekitarnya. Termasuk, sikap oportunisnya Abigail, pendendamnya Lady Marlborough, dan kekalutan depresinya Queen Anne.

Mirip-mirip dengan The Lobster (2015) yang juga disutradarai Yorgos Lanthimos, The Favourite berbicara tentang cinta dan keluarga yang dibalut pada suatu kekuasaan yang janggal. Jika The Lobster memunculkan dua latar berupa hotel dengan aturan yang gila dan hutan yang tak kalah gilanya, The Favourite berhasil memunculkan ide-ide gila hanya pada satu latar: istana. Jika The Lobster berhak mendapatkan apresiasi agung di penghargaan Oscar, The Favourite pun telah meneladaninya.

Share: