litbeat festival perpusnas jakarta firman penyunting ronny agustinus hetih rusli marjinkiri gramedia pustaka utama gpu
I

Siang bisa dibilang nanggung. Tetapi, topik asyik tengah berlangsung di ruang Seminar 2 saat acara Litbeat Festival di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia: Firman-firman Penyunting (The Editor’s Commandments). Dua pembicara yang berlainan jenis duduk berjejeran, keduanya sama-sama editor. Lebih khusus lagi, pembicara berjenis kelamin laki-laki dan mengenakan kacamata merupakan pendiri suatu penerbit indie, Marjin Kiri, namanya Ronny Agustinus; pembicara yang perempuan dan berambut pendek merupakan senior editor penerbit mayor, Gramedia Pustaka Utama, namanya Hetih Rusli.

II

Poin-poin dari dua pembicara kita (RA untuk Ronny Agustinus, HR untuk Hetih Rusli) adalah sebagai berikut:

  • RA

    Setiap penerbit punya fokus sendiri-sendiri. Namun, overall, penerbit mayor maupun indie punya kesamaan, yakni mencari naskah yang baik.

  • HR

    Naskah yang diterima GPU mencapai 2000 naskah per tahun. Dari situ, hanya 50-100 buku yang berhasil diterbitkan. Kira-kira, 5% saja dari total yang dikirimkan ke surel redaksi.

  • RA

    Pertama kali Marjin Kiri berdiri, ia hanya menggarap penerjemahan buku. Saat ini, lebih banyak menerbitkan buku non-fiksi, terlebih yang lebih dulu dirilis dalam bentuk disertasi, tesis, atau skripsi.

  • HR

    Banyak tulisan karya anak muda yang diunggah di platform Wattpad. Menurutnya, semakin banyak view di Wattpad, belum tentu bagus. Sehingga itu bukan jaminan bisa dilirik editor. Dan, pada akhirnya, tetap ada pertimbangan isi dan kualitas. GPU mencari yang bagus jika dibukukan. Kalau view di Wattpad tinggi tetapi tidak ada suntingan lanjutan ketika dialihwahanakan ke platform cetak, apa bedanya?

  • RA

    Bentuk risiko menerbitkan karya ilmiah akademik adalah kekhawatiran tidak best-seller, sehingga tidak bisa balik modal. Oplah terbit sebanyak 1000-2000 dinilai cukup.

  • HR

    Dear calon penulis, bila hendak mengirimkan naskah, tulislah e-mail dengan benar. Sertakan subjek e-mail dan beberapa kalimat sebagai pengenalan diri (jangan lebay juga, ya!) dalam badan teks.

  • RA

    Seperti apa yang pernah difirmankan Stephen King, “Jika menulis adalah pekerjaan manusia, maka menyunting adalah pekerjaan ilahiah.”

  • HR

    Seperti apa yang pernah ditwit, “Jika hobimu adalah pekerjaanmu, carilah hobi baru. Jika tidak, kamu akan membenci hobimu.” Dulu, aktivitas membaca terasa santai; sekarang, saat membaca (berkali-kali) sering kepikiran soal laku-tidaknya, bisa “masuk” ke pembaca Indonesia atau tidak.

Share: