Kepada GoTris dan iBint,

Kedipkan matamu tiga kali. Bagaimana bunyinya?

Terngianglah pada satu peristiwa sedih. Pejamkan mata bila perlu. Bagaimana rasanya?

Kamu lebih mudah merasakan peristiwa itu ketimbang mendengarkan bunyi kedipan matamu.
Padahal, seumur-umur kamu bersembilu, kamu lebih banyak kedap-kedip, kan?

Maklumat ini tidak bisa diakses sembarangan. Para pembaca bisa-bisa saja melayangkan saduran atau pertanyaan tentang mengapa sempat-sempatnya menanyakan bunyi kedipan mata. Tulisanku tidak sedang ingin bermain-main di dunia filsafat, juga tidak menggagas bagaimana cara menikmati karir agar sesuai dengan khidmat batinmu dan pikirmu. Sejauh kamu punya bakti kepada orangtuamu, restu dan segala kebaikan untukmu akan melanggengkan segala polah, laku, dan macam-macam keblingsatan yang mungkin saja tercipta ketika waktunya nanti tidak lagi bersama.

Jalan kesepian menciptakan jarak yang tak terasa berjarak. Kamu, sesampainya di rumah, akan mengumandangkan beberapa dendang yang paling kamu suka di dalam hatimu. Beberapa kali kamu nyaringkan, tapi masih lebih banyak yang didalamhatikan.

Ke depan, semoga kamu tidak terjebak di ruang sempit.
Tidak kusut, tidak berkelut-kelindan.
(Asik…)

 

Share: