Banyak yang bilang bahwa di tahun yang baru terdapat harapan yang baru, semangat baru, tujuan baru, dan hal lainnya yang baru. Tak salah, memang. Tetapi, seperti apakah harapan baru mereka? Apa sajakah hal-hal yang baru itu? Bagaimana direalisasikan? Esensi apa yang membuat mereka melakukannya?

Saya tak dapat mengetahui isi hati setiap manusia. Intinya, pasti ada sesuatu yang dikejar. Bahkan bisa jadi dipamer-pamerkan. Tentunya, banyak harapan berkadar positif dari mereka yang telah mereka harapkan. Lantas, saya hanya sedikit tak mengerti.

Di tanggal dan hari terakhir tahun 2012, berapakah jiwa muslimin yang melalaikan sholat ‘Isya? Saya ubah pertanyaannya menjadi lebih umum. Selama tahun 2012, ada berapa orang Islam di Indonesia yang sering melalaikan sholat?

Apakah ada dalam benak Anda : apa hubungannya harapan baru dengan sholat? Tentu ada. Terutama bagi umat muslim. Bukankah juga banyak harapan baru yang lampau diharap-harapkan pada akhir tahun 2011 untuk menghadapi tahun 2012? Dan apakah benar harapan baru itu sanggup mengalahkan hal-hal yang diwajibkan?

Di tanggal dan hari pertama tahun 2013, berapakah jiwa muslimin yang melalaikan sholat Subuh? Atau lebih baik dirampingkan pertanyaannya. Selama tahun 2013 berjalan, berapa orang Islam di Indonesia yang akan masih melalaikan sholat dan berapa yang sudah tidak lagi melalaikan sholat? Jawabannya hanya ada pada diri sendiri dan lingkungan sendiri. Tak tersingkirkan, jawabannya juga terdapat pada waktu sholat ‘Isya di akhir tahun 2013 dan waktu sholat Subuh di awal 2014 nanti. Serius.

Tulisan ini ikut menjadi harapan baru bagi saya agar menjadi penulis yang cerdas lagi handal. Tulisan yang spesial menghiasi tahun 2013 ini telah ditulis pada pagi hari, tepat selesai pukul 6:49. Entah mengapa begitu saja terlintas topik seperti ini. Tapi, bagi saya, benar adanya bahwa ini akan bermanfaat. #Serius.

Share: