AKUKUDU KEPRIBEN

Pemilu sudah usai, rekapitulasi juga sudah usai. Sayang nian, kedua kubu masih saja berkampanye. Kampanye hitam maupun negatif.

Hal ini tidak kalah beda dengan seseorang yang mendukung Spanyol pada tahun 2014 ini untuk menjadi jawara pada Piala Dunia 2010.
Pun tidak jauh beda dengan seseorang yang mendukung SBY pada tahun 2014 ini untuk menjadi Presiden RI pada periode 2004-2009.

Bedanya hanya sedikit:

  1. Pendukung Spanyol tidak mengungkit kecurangan-kecurangan Chile. Pendukung Spanyol juga tidak menuding Belanda yang boleh jadi pendukungnya lebih banyak.
  2. Pendukung SBY banyak yang mendambakan SBY agar melanjutkan diri menjadi Presiden RI tetapi jelas mustahil.

Mari dianalisis. Polemik kampanye setelah pemilu usai selalu menghadirkan laporan kecurangan dan tudingan kurang jelas kepada lawan. Polemik kampanye setelah pemilu usai banyak yang pura-pura tidak tahu bahwa pemenang Pilpres tahun ini adalah Jokowi, bukan Prabowo.

Yuk, gekndang kukut!

Salam hangat.

Share: