Setiap orang punya cerita. Cerita tentang masa lalu, cerita tentang impian-impian. Cerita yang menghasilkan tangisan, keharuan, dan akhirnya termotivasi. Menjadi sebuah kenangan. Kenangan yang takkan terlupakan.

Malam ini, 22 Mei 2013, ketika aku sengaja memutar ‘Tik-Tik Bunyi Hujan.m4a’ milik Adhitia Sofyan, ketika hujan deras benar-benar  melanda daerah Kalasan, Sleman, maka aku sempatkan diri untuk menulis tentang kenangan. 

Awalnya, aku tersigap melihat Timeline di Twitter, ada beberapa teman SMA saling posting tentang kenangan mereka (ditandai dengan hashtag #6C2K13). Rata-rata menge-tweet dengan kualitas humor. Pengalaman yang dialami selama menjalani tiga tahun SMA, mereka tulis, mereka saling balas danretweet, dan tulis lagi dengan pembahasan yang lain.

Aku tak banyak menulis tentang kenangan SMA. Aku hanya  menanggapi beberapa tweet dari mereka. Membumbuinya dengan ke-kemplu­­-an. Dan tentu, itu lahir dari pengalaman.

Setiap orang punya cerita, punya kenangan.

Semenarik apapun cerita orang lain, tetaplah kauanggap ceritamu adalah cerita menarik. Begitu pula tentang kenangan, semenyakitkan apapun kenangan kita, tetaplah ambil hikmah dari kenangan itu. Siapa tahu orang lain nggak punya, siapa tahu orang lain yang kenangannya hanya soal bahagia justru ingin suatu kali memiliki kenangan sepertimu. Ah, soal sakit atau bahagia itu memang tak dapat dikira dan memang nggak boleh dikira-kira.

Kenangan SMA-ku pun bahagia. Juga sedih. Juga konyol. Juga yang lain dan yang lain. Jalan hidup seorang remaja yang asing mungkin, ya? Mungkin.

Suatu kali, tak hanya teman-teman SMA-ku yang mengerti tentang cerita kenanganku. Aku akan menulisnya, membukukannya, menyebarkannya. Dan kalian pun juga sanggup melakukannya. Yang terakhir adalah membaca dan menikmatinya. Juga mengambil hikmahnya.

Setiap orang punya kenangan. Kenangan tentang masa kecil, kenangan tentang masa SMA.Kenangan apabila diceritakan mampu menghasilkan tangisan, keharuan, dan akhirnya termotivasi. Menjadi sebuah cerita panjang. Cerita yang selalu terngiang.

Share: