Konon, belum ada 12 bulan yang lalu, salah-seorang guru berjenis kelamin wanita mengatakan kepadaku bahwa kuliah di Psikologi itu adalah kuliah yang sangat gampang. Pendapatnya mengutarakan kalau mahasiswa Psikologi hanya disuruh nonton suatu cuplikan video dan kemudian mengungkapkan nilai-nilai humaniora yang ada di video tersebut. Ini nyata, kawan. Dalam satu kelas itu, kelas 12 IPA 4, hanya akulah yang berminat untuk meneruskan ke Fakultas Psikologi UGM. Dan dengan basis yang berseberangan, yakni Psikologi termasuk dalam cakupan Sosio-humaniora, tentunya sangat rancu apalagi guru yang mengutarakan pendapat itu adalah jelas-jelas dari arah ilmu pasti.

Dan kini, ketika mimpi itu menjadi kenyataan, ketika aku sudah duduk di beberapa kursi di suatu gedung Psikologi UGM, nyatanya tidak seperti itu. Tidak seperti apa yang diungkapkan guru tersebut.

Duhai, urusan mimpi-mimpi bisa jadi akan lekang dihabiskan oleh citra-citra buruk dari orang lain. Urusan lesu untuk mengejarnya bisa jadi akan pupus terhapus cepat bersama koyakan angin badai. Maka, hanya urusan semangat yang membedakan antara bersungguh-sungguh atau tidak.

Akhir paragraf, kuliah itu susah. Jauuuh lebih susah dari pola mengejarnya. Tak hanya menonton lantas dengan mata tak terkantuk ia akan menyelesaikan tugas-tugasnya. Butuh semangat.

Share: