Arsip pribadi

Dua puisi terfavoritku berada di awal dan di akhir, judulnya ‘Doa Natal di Keluarga Poyk’ dan ‘Doa Puisi’. Kedua puisi tersebut lebih dari sekadar puisi maupun doa.

Saya telanjur cinta dengan satu baris awal di puisi terawal, tertulis:

Apa firman tuhan bila membaca koran pagi ini

Dan di akhir puisi terawal tersebut tertulis:

Jadi, mengapa tuhan masih berfirman dalam kitab suci

Mengapa tidak berfirman di koran-koran, di jalan-jalan

Tidak berfirman padamu atau padaku

Sedang dalam puisi terakhir, saya juga jatuh cinta pada dua baris awal:

Di stasium karet aku menunggu bukan untuk chairil

puisi orang mati atau keluh sebuah kota yang berubah

Sekaligus pada dua baris akhirnya:

Semua yang mati

hidup bangkit kembali karena doa puisi

Mari, mari kita sepakati, bahwa kumpulan puisi ‘Kawitan’ tidak hanya soal puisi, tapi juga soal doa. Juga soal siratan derita dan banyak lain makna.

Share: