Hari Jumat (24/5), aku dinyatakan lulus Ujian Nasional SMA 2013. Sangatmembanggakan ketika membaca kata LULUS dan agak kurang meyakinkan ketika membaca total nilai UN. Di bawah 50,0 dan di atas 49,5.

Euforia-ku memang tak berlebih dari sekadar di rumah saja. Sekalinya keluar hanya untuk menunaikan shalat Jumat.

Hari Senin (27/5), hari yang menjadi hari tercengengku di bulan ini. Aku merengek. Pengumuman SNMPTN diajukan satu hari menjadi pada hari itu. Tepat pukul 16.00 WIB. Dan, hasilnya, aku dinyatakan tidak lulus SNMPTN 2013. Aku telah melewatkannya. Pilihanku tak dipilih panitia. Psikologi UGM, Psikologi UNPAD. Sempat blank sejenak setelah membacanya.

Ada enam huruf yang masih ku ingat tentang ini. Tentang proses masuk PTN.S B M P T N !

Aku pikir lagi. Lagi. Kemudian, datanglah rencana itu. SBMPTN IPC (Ilmu Pengetahuan Campuran). Psikologi UGM harus (dan akan bisa) ku lewati dengan tes SBMPTN dengan jalur IPC.

Selasa (hari ini, (28/5)), setelah les di bimbingan belajar tentang Matematika Dasar, aku sengaja pergi menuju sekolah. Membayar suatu biaya, mengembalikan buku perpustakaan, menceritakan sedikit hal tentang ketidaklulusanku kepada empat guru. (Di samping itu, aku bisa bangga menceritakan nilai Matematika-ku yang menawan kepada Bu Eny, walaupun nilainya masih di bawah Kimia (9,50))

Sebelum beranjak pulang, aku sempatkan diri berkonsultasi di BK. Ada pembukaan hati yang baru. Yang lebih bersinar. Enam huruf itu! S B M P T N!

Pulangnya, aku menuju Togamas Kotabaru. Dua buku SNMPTN (coverbukunya seharusnya diganti SBMPTN) IPC. Kemudian, aku juga menuju Toko Ihya’, beli dua buku juga. Doa dan Dzikir. Bukan untukku.

Doakan aku, wahai pembaca yang budiman!

Share: