Minggu, 23 Agustus 2014. Rencananya, saya mengajak teman SMA saya untuk mengunjungi Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 26. Ada tiga kawan yang saya ajak, dua di antaranya menyanggupi.

Saya sebagai jarkom (menurutku: pen-jaring komunikasi) menginisiasi titik pertemuan di KFC Sudirman pukul 19.15. Dari Kalasan, saya sengaja memakai kaos polo yang tersisa di almari: polo merah berlogo One Piece, ditambah dengan jaket biru kesayangan: FC Barcelona.

5Foto seperempat badan

19.07 setiba di KFC, saya menuju kasir membeli minuman saja. Kemudian, Yusuf datang. Ia menawarkan panggilan kepada teman saya yang telah saya ajak tapi tidak menyanggupi. Teman yang satu ini sedang sibuk dengan proyek seni rupa. Orang yang keren lebih sering menganggapnya sebagai art project. Ia adalah Jordan.

Saya memboncengkan Yusuf menyusul Petra sendirian menunggu di depan SMA 6 Yogyakarta. Namche –sapaan akrab buat SMA 6 Yogyakarta– sudah tampil beda sejak setahun lebih kami bertiga meninggalkannya. Jalanan di Jalan Kahar Muzakir tampak sepi. Toh, padahal ini malam Minggu.

1Dari kiri ke kanan: Petra, Yusuf

Setibanya di area Ngasem, jalan berubah padat. Arus utara ke selatan mengalahkan arus selatan ke utara. Pengunjung lebih banyak!

6Lalu-lalang Ngasem

Saya dan Yusuf berbeda tempat parkir dengan Petra. Pertemuan dilaksanakan di dekat pintu gerbang. Tak lupa, saya ambil satu jepretan lambang FKY 26.

2Logo FKY 26 berpola seperti gulali

4Seni kriya yang dipajang di depan main stage

Festival merupakan perayaan. Malam ini, kami merayakannya dengan membeli 4 kaos seharga 100.000 rupiah. Saya mengajukan diri membeli 2, sedangkan Petra dan Yusuf masing-masing 1 kaos. Diobral, diobral!

Ada banyak pernik yang saya minati. Saya pun berencana membelinya di lain hari. Sebut saja barang-barang itu bisa mendukung dalam kinerja saya untuk berseni, khususnya drawing dan art project saya yang biasa saya unggah di Instagram. Misalnya: pigura epic penuh dengan warna putih di sekelilingnya dan blackboard yang merupakan wallpaper yang tentunya bisa digonta-ganti tulisannya.

Malam itu, kami bertemu tiga teman SMA yang lain. Malam kesenian ini boleh jadi juga merupakan malam perayaan bertemu sahabat lama.

Sebelum resmi berpisah lagi, kami bertiga menyempatkan diri makan malam di Jalan Kaliurang, di warung tenda. Lokasinya dekat dekat Madam Tan. Tempat yang mengenyangkan.

3Para penonton sekaligus pengunjung

Share: