Manusia-manusia keras sudah terbiasa dengan hal-hal keras. Manusia-manusia kasar takkan melupakan apapun dengan hal-hal kasar. Manusia-manusia jahat tentu sudah lupa bahwa dirinya sering melakukan hal-hal jahat. Namun, manusia-manusia yang keras, kasar, atau jahat, pasti ia akan galau. Duh, urusan perilaku mereka memang sangat sederhana. Tapi ketika bertemu dengan hal-hal galau, mereka akan…, entahlah, aku sendiri bisa malu menyebutkan perilaku mereka yang akan berputar nyaris 180 derajat.

Mana yang lebih baik? Yang lebih baik adalah yang menjadi bagian dari manusia-manusia baik. Ketika galau, maka ia akan bersabar, berdoa, kemudian beraksi. Enak, kan?

Bagaimana dengan aku ini? Aku bisa malu menyebutkannya.

Share: