cover buku aidit kpg

Saya beli buku ‘Aidit: Dua Wajah Dipa Nusantara’ di Social Agency, Sagan. Buku itu merupakan biografi singkat yang merupakan seri buku TEMPO dengan pembahasan Orang Kiri Indonesia, diterbitkan oleh KPG (Kepustakaan Populer Gramedia).

Hanya ada satu eksemplar waktu itu, sama seperti biografinya Njoto dan Sjam yang merupakan seri Orang Kiri Indonesia. Sedangkan, yang judulnya Soekarno: banyak.

Buku ini singkat dan renyah. Penulis-penulisnya patut diapresiasi. Butuh tenaga yang banyak untuk menggali data tentang biografi Aidit. Data-data yang sangat butuh “tenaga” itu misalnya lokasi Aidit sewaktu kecil dan lokasi makam Aidit di Boyolali. Kedua lokasi itu dipotret dan tercetak di isi buku ini.

Banyak kesaksian yang dipaparkan. Dan saya paling suka pada usaha Aidit membangkitkan kembali PKI setelah konflik Madiun tahun 1948 dan menjadikan PKI menjadi empat besar di Pemilu 1955.

Kerja keras Aidit membuahkan hasil. Pada Pemilu 1955, PKI masuk “empat besar” setelah PNI, Masyumi, dan Nahdlatul Ulama. Di masa ini PKI menjadi partai komunis terbesar di negara non-komunis dan partai komunis terbesar ketiga di dunia setelah Rusia dan Cina. [halaman 54]

Selain itu, saya juga terpukau pada pembahasan di akhir buku ini. Yaitu pembahasan pada pidato Soekarno terkait tragedi Gerakan 30 September. Pidato itu terjadi pada tahun 1967 dengan sebutan Nawaksara. Diungkapkan bahwa tragedi G 30 S itu adalah peristiwa yang mempertemukan tiga sebab: keblingernya pimpinan PKI, subversi Nekolim, dan adanya oknum-oknum yang tidak benar. Kalau secara persentase yang merata, ketiga masing-masing mendapatkan jatah sebab sebanyak 33,33% (lihat halaman 131). Tapi tidak begitu pembahasannya! Di akhir buku ini, pada bagian Kolom-kolom, tertulis demikian:

… Andil ketiganya (keblingernya pimpinan PKI, Nekolim, dan oknum yang tidak benar) tidak sama. Menurut hemat saya (Asvi Warman Adam, selaku penulis kolom tersebut), faktor kedua, yakni Nekolim, merupakan pemegang saham mayoritas.

Kalau dibayangkan, jelas mengerikan benar peristiwa itu. Dan, kita perlu tahu detil tentang peristiwa itu. Bukan dengan membaca buku sejarah SMP atau SMA yang dipalsukan (karena Aidit dituduh sebagai dalang G 30 S dan peristiwa itu disandarkan dengan partai si dalang menjadi G30S/PKI). Buku biografi terbitan KPG ini sangat cocok untuk mempelajari tentang siapa sih Aidit itu, dan apa benar Aidit itu orator ulung? Atau, dalang yang ulung?


 

1510|2015, pukul 11.31 PM

Share: