Tentu, ada alasan saya tidak mau jadi mentor dalam mentoring. Mentoring di sini berlaku juga pada sebutan liqo’, halaqah, dan asistensi, serta segala macam renteten nama samarannya.
Hal ini berbeda dengan inginnya saya belajar konseling dengan menjadi peer counselor di kampus.

Beberapa alasan keogahan saya jadi mentor itu ternyata terkandung di link ini:

https://www.facebook.com/ustsarwat/posts/353194534697875?fref=nf

Dari link itu ada beberapa faidah buat saya, buat kawan-kawan yang jadi mentee (member mentoring) dan buat yang pingin berpahala:

  1. Memahami bahasa Arab dalam membahas agama Islam itu penting.
  2. Mengikuti kajian rutin dan kajian tematik. Perlu dipahami juga, mencari ilmu itu adalah untuk kebutuhan dan kewajiban. Jadi, tidak perlu adanya keinginan hadir kajian yang ustadz-nya lucu sehingga kalau nggak lucu ya nggak dateng. Mencari ilmu bukan nonton stand-up comedy.

Semoga yang singkat ini bisa mengunggah semangat pembaca untuk senantiasa belajar.
Tetep sregep!

_______________
Ananda Sevma
Disusun di Sabtu sore, 2 Jumadal Ula 1436 H atau 21 Februari 2015,
di Ruang B-104, Fakultas Psikologi UGM

Share: