Kamu sering mengalami keresahan-keresahan? Maksudku tentang keresahan batin. Keresahan batin memang sangat mengganggu diri sendiri. Awalnyasepele, tapi karena otak bekerja dalam kondisi bad mood dan hati juga tidak dalam kondisi jernih, bisa jadi keresahan itu menjadi besar (tidak sepele lagi)

Lantas apa yang kamu lakukan untuk mengatasi keresahan-keresahan itu? Mengucap kata-kata kotor? Menendang perabot rumah tangga? Atau malah menelpon nomor handphone tukang sedot WC yang tertera di tiang listrik?

Aku punya satu solusi untuk mengatasi keresahan itu. Yaitu dengan menulis!

Sebenarnya ada tiga solusi, yaitu :

1. Menulis di diary. Aku memang bukan satu-satunya lelaki yang menulis keseharian atau kesemingguan di diary. #Serius. Tapi ada kalanya, kalau suatu hari teman wanitamu punya pertanyaan retoris, “Sering lo pikir kalau cowok-cowok itu emang pemalas! Buktinya mereka jarang nulis! Mereka, cowok-cowok, juga nggak bakalan mau nulis diarykayak kita, cewek-cewek, kan?” Maka dengan sergaplah kamu menjawab, “Ada kok, contohnya Sevma. Dia gemar menulis. Dia juga memiliki diary.”

Kalau ditanya lagi, “Emangnya si Sevma itu bakalan mau kalau diary-nya dibaca sama orang lain, terutama sama kita, cewek-cewek? Nggak mau, kan? Huh! Apaan tuh!” Kamu harus menghafal jawabannya, seperti ini, “Ya jelas nggak mau lah, sob! Yang namanya diary itu ya jelas milik pribadi dan bersifat rahasia!”

2.Menulis cerita atau artikel. Sekali lagi, menulis cerita atau artikel. Aku memang suka menulis. Cerita pendek yang telah aku karang hampir semuanya berasal dari keresahan. Kenapa aku begini? Maka aku menulis tentang begini-nya itu sehingga akan ada kesimpulan dan solusi dari keresahanku. Yang sering adalah tentang cinta. Tak masalah hendak dibuat fiksi atau nonfiksi.

Bagaimana dengan artikel? Agak sulit mungkin. Tapi tenang. Cobalah untuk mencari sumber-sumber fakta terlebih dahulu seperti Kompas.com, Yufid.com, atau Google.com. Ingat! Yang fakta! Jangan di­-kopas! Saringlah kalimat per kalimat kemudian tambahkan artikel buatanmu dengan opini dari keresahanmu!

3. Menulis untuk materi StandUp Comedy. Susahkah? Tidak. Ya wajar kamu bilang Tidak Susah, itu kan karena kamu mau jadi StandUp Comedian! Tidak begitu.

Perhatikan goresan kata ini dengan lebih serius. Keresahan dalam benak kita harus diungkapkan! Bukan diungkapkan dengan hal-hal yang bodoh, nggak masuk akal, dan nggak bermanfaat. Tetapi diungkapkan dengan cerdas, inovatif, dan bermanfaat. Akan tetapi ada satu hal lagi yang menjadikan rumus tulisan saya pada bagian ketiga. Yakni harus ada bagian punchline! Harus ada sisi humornya. Diawali dengan set-up, yang kalau dalam logika matematika dapat disebut dengan premis. Kemudian gali pada bagian punchline-nya, dalam logika matematika disebut dengan kesimpulan.
Rata-rata pemuda, atau mungkin kamu, sering meresahkan tentang hal cinta. Maka segera tulislah keresahan itu, temukan bagian yang cerdas, inovatif, dan bermanfaat. Satu lagi, tambahkan sisi humornya. Itu menyenangkan bukan?

Contoh : aku resah kenapa banyak orang suka mabuk-mabukan. Padahal survei membuktikan bahwa orang yang suka mabuk adalah orang yang punya mental miskin. Kenapa mereka justru tidak belajar atau berwirausaha saja? Sudahlah nggak usah mabuk-mabukan! Mending kita sekarang ini belajar, kemudian berwirausaha. Nah, kalau udah punya uang banyak, uangnya buat beli vodka sama Jack Daniel’s. Buat apa? Buat mabuk-mabukan…

Serasa nggak lucu? Ya mohon dimaafkan karena itu adalah contoh. Andaikata itu didengar dalam rangka StandUp Comedy Show, itu bisa menjadi lucu.

Nah, itu tadi obat dari dr. Sevma dalam mengatasi keresahan.

Kamu resah? Menulislah!

Share: