Satu hari setelah pendaftaran

Pendaftaran ulang SMA Negeri 6 Yogyakarta kuhadiri pada hari Rabu, 7 Juli 2010. Aku berangkat dari rumah tidak terlalu pagi. Aku sambut hariku itu dengan keberhasilan. Begitu pula dengan kebahagiaan yang melanda. Namun, masih sangat dikecewakan ketika mimpi gagal kutebus. Tepat pukul setengah sembilan, aku sampai di Namche. Mengisi tanda tangan di aula dan bergegas mengisi berbagai data yang dinilai penting bagi pihak sekolah. Semua murid dan orang tua mengisinya di ruang 109.

Aku tidak mengenal siapa-siapa di ruangan itu. Tampaklah beberapa mahasiswa yang sedang Kuliah Kerja Nyata ikut membantu dalam pendaftaran ulang di ruang itu. Tidak ada satu pun teman SMP yang kukenali. Oh, tidak! Bagaimana jika dalam perjalananku yang akan berjalan panjang ini justru tidak melibatkanmu? Bagaimana jika aku jatuh je jurang kemalasan dan kau tak mau tahu? Hidup yang selama ini kita jalani bersama terasa hebatnya, namun, kau pergi jauh walau tidak mengitari samudera. Teman… Kawan… Aku merasa kehilanganmu! Aku salah! Aku telah membuat hubungan ini menjadi jauh!

Selanjutnya, kami menuju aula untuk memberi data-data yang telah kami isi. Aku berada pada urutan paling kiri, karena berada di ranking 1 sampai dengan 40. Aku mengantre dan tiba saatnya untuk berbincang dengan salah satu guru di Namche, Bu BK. Perbincangan itu juga melibatkan tentang ekstrakurikuler yang kupilih, Teater (padahal dua bulan setelah itu aku pindah ke KIR). Selanjutnya, perbincangan itu selesai. Kami menuju tempat pemesanan baju seragam sekolah. Engkau masih anak SMA, berbanggalah… SMA benar-benar masa-masa yang paling indah. Tersenyum dong!Aku juga memilih batik, mencoba memakai jas almameter bewarna merah tua. Lihatlah dirimu! Anak SMA Negeri 6 Yogyakarta, Muda Wijaya.

Aku diberi info bahwa nanti Sabtu, tanggal 10 Juli, murid-murid baru SMA 6 diharapkan kehadirannya guna persiapan Masa Orientasi Siswa yang dihelat pada tanggal 12 s.d. 14 Juli. Aku mulai berpikir, akankah aku berada di kelas yang seceria di masa SMP? Atau bahkan lebih ceria? Kelas sepuluh! Aku harus senang, selalu senang, itu yang semua harapkan…

Share: