SEPULOH ENEM

Kelas X-6 yang harus kutapaki. Bukan X-A atau X-F, kali ini menggunakan angka. Dari alumni SMP Negeri 4 Depok, hanya aku yang ada di kelas ini. Dania berada di X-7, sedangkan Harenda berada di X-8. Nomor absenku adalah nomor dua. Sebelumnya, aku belum pernah mengalami untuk memilik nomor absen 2. Akankah sesuatu di kelasku ini yang lebih menarik daripada selama di SMP? Sahabat yang selalu dieratkan. Belum saatnya pula untuk mengenal cinta.

Selama hari pertama sampai dengan terakhir Masa Orientasi Siswa (MOS), di tengah-tengahnya aku terpilih menjadi ketua kelas X-6 (sebelumnya aku pernah menjadi ketua kelas pada waktu kelas 5 SD). Entahlah, tugas ini pastinya lebih berat. Sekarang kan SMA, yang dulu SD! Ditambah aku juga harus memikul kekecewaanku yang telah gagal bersekolah di Teladan.

Awalnya, aku bersikap diam (boleh ditambah tanpa kata). Inilah kelasku yang akan dihiasi kekecewaan karena gagal masuk sekolah idaman? Atau kelasku yang dihiasi berjuta keceriaan (walau pasti nantinya ada beribu tangisan)? Sayangnya, belum ada satu siswa/i pun yang kukenal. Kecuali nama Bintang Aditya yang aku yakin laki-laki itu adalah satu kelas denganku selama melaksanakan bimbingan belajar kelas IX di Neutron Sabirin kelompok kelimabelas setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Hari-hari awal di kelas itu dipenuhi kenal-mengenal siswa baru. Celoteh yang sebaiknya tidak perlu kudengar. Namun, sudah telanjur… Aku akan nikmati setahun ini (walau hanya sebelas bulan) si Sepuloh Enem ini. Akankah kautemukan sesuatu yang membuatmu terpesona di kelas ini? Benarkah kau bisa meraih impianmu kembali walau dulu kau sudah pernah menggagalkannya? Mungkinkah kau serajin di masa SMP? Atau justru kau akan menjadi malas di SMA ini? Bekaryalah untuk sekolahmu!

Kelasku kelas indah, kelas Sepuloh Enem
Siswa-siswa pilihan, siswi-siswi unggulan
Isinya bak professor, pemikir jempolan
Selintas seperti sibuk menjadi, Anak Teladan

Share: