Pantaskah lelaki menjadi seseorang yang suka merasakan kegalauan, kegundahan?
Pantaskah lelaki menjadi seseorang yang sering menangis, apalagi ketika mengingat atau mendengar kisah haru sekalipun belum seberapa?
Pantaskah lelaki menjadi seseorang yang suka meng-update status setiap hari, lantas menceritakan hal-hal yang sejatinya belum tentu penting untuk para follower-nya?

Apakah dengan galau maka seorang lelaki akan terhambat menuju kebahagiaan?
Apakah dengan tangisan maka seorang lelaki akan susah dicintai wanita?
Apakah dengan status-status maka seorang lelaki sulit untuk masuk surga?

Pantaslah seorang lelaki yang galau, tetapi dengan batas akan bangkit setelahnya
Pantaslah pula seorang lelaki yang menangis, yakni dengan memahami kisah-kisah inspirasi untuk kehidupannya kelak
Pantaslah seorang lelaki mengabarkan dengan status, dengannya ia berharap untuk menghibur dan menginspirasi khalayak kemudian

Ananda Sevma, 2909-2013, 21:32.

Share: