maileroseland.deviantart.com

Yang pertama, aku sandarkan kepalaku di pundak kanannya. Sambil tertawa-tawa, aku menghitung beberapa tangkai bunga melati yang ia beli untukku sebagai hadiah agar aku tak berlarutkan gundah. Ia tersenyum tatkala aku salah hitung jumlah tangkai. Aku ikut tersenyum dan tidak berani menghitung ulang. Mimpi itu pun hilang. Aku terbangun, bergegas merapikan tempat tidur.

Yang kedua, ia duduk berjauhan denganku di suatu pelataran berumput kering. Aku menari-nari kegirangan. Ia melihatku, tampak bahagia, dan rona wajahnya membuatku semakin lihai menari-nari. Aku berhenti ketika senyumnya pergi. Aku cari-cari di sisi lain pelataran. Ia masih ada, masih tersenyum. Aku menari lagi. Tapi tarianku tak lama. Mimpiku selesai. Aku terbangun di tengah malam. Tersenyum aku mengingat apa-mimpiku-tadi dan membayangkan bahwa ada perempuan yang senyumnya kerap mampir di mimpiku.

Yang ketiga dan yang keempat dan yang seterusnya, semoga mimpi itu akan selalu berkenan mampir.

Aku pun berdoa tentang perempuan itu kepada Tuhan.

http://www.qureta.com/post/perempuan-yang-senyumnya-kerap-mampir-di-mimpiku

Share: