puisi malam-malam

Malam-malam mengalun lambat saat semua mulai tercekat
Menanti pijaran lampu warna-warni dalam sorak-sorai para rocka
Sendu dilalaikan, toh batin masih berharap
Hiburan bagi remaja tanggung bersedia anggukan kepalanya

Malam-malam terkesiap hura-hura saat meratap
Berdiri setelah mengantri puluhan baris dalam gempita pesta panggung buana
Mewah tersambutkan, toh gundah masih dipertahankan
Aset pita suara menyambangi kebergunaan sebagai penggemar idolanya

Malam-malam siapkan topi atau sekadar pakaian bahan denim saat hendak berangkat
Bertatap sinis kepada pengamanan ketat di deretan yang nyaris dekat
Degup terdetakkan, toh asmara masih dicari-carinya
Cermin alunan bergema mengimbangi sarana pelantun aslinya

Malam itu malam ini suatu malam-malam
Ditunggu-tunggu dan dinanti-dinanti akan kelamnya
Polah memberingas inilah para rocka
Sorak-sorai penuhi baris kegempitaan sambil dekati batas kesejajaran
Malam-malam itu malam-malam ini hanyalah tetap suatu malam

0509.2014; 10:12 PM

Share: