Laki-laki yang Tidak iBint Kenali

Ada laki-laki yang sukanya cemburu, hobi makan hati ayam,
memelihara jenggot dan kumis, dan suka meniup rambut poninya
berkali-kali sampai bikin pusing orang yang melihatnya.`

Ada laki-laki yang tidak suka merokok, perutnya kelewat off-side,
tapi kata-katanya sering menusuk dada perempuan sampai sesak,
dan tidak pernah mandi di Sabtu dan Minggu pagi.

Ada laki-laki yang nggak kuat jogging tapi nggak mau dibilang cupu,
nggak suka baca buku apalagi nulis sepertiku, suaranya fals,`
dan kulitnya kinclong seperti tidak pernah keluar rumah maupun keluar bangunan.

Ada laki-laki yang merasa dirinya setengah laki-laki, suka menggaruk perut,
dompetnya selalu tebal mata uang rupiah, dolar, dan euro, tapi
ternyata ia punya cita-cita menjadi kekasih bapak-bapak anggota dewan.

Masalahnya, satu: iBint nggak kenal mereka semua.

Kalau kamu kenal satu atau beberapa di antaranya,
berarti kamu telah mengenali dirimu sendiri.

 

Perempuan yang Tidak iBint Kenali

Perempuan yang duduk di sudut kafe ini
menganga lebar-lebar ketika pacarnya yang sama sekali uelek
mendulangnya. Sesendok red velvet cake yang telah
dipotong si lelaki dengan tidak rapi berhasil masuk
ke mulut si perempuan. Terlumat.

Perempuan yang sedang membaca puisi-puisiku
sambil sesekali menyeruput kopinya yang kecokelatan
itu wajahnya murung seperti wajah mantan kekasihku
yang ketahuan selingkuh dengan kakak kelasku
yang wajahnya sama sekali uelek—lebih uelek dari
pacar perempuan yang duduk di sudut kafe.
Puisi telah dirampungkan. Ke dalam tas, puisi dimasukkan.
Tenggelam.

Perempuan yang berada di balik kasir melirik kepadaku,
tersenyum, lalu melihat ke rekan kerjanya yang akan
menggantikan shift jaganya. Perempuan itu pergi setelah
menggantungkan celemeknya dan mencuci tangannya. Lalu,
ia mampir ke mejaku dan bilang, “Mana temanmu yang lebih rupawan?”

Aku tidak ingin bilang ada masalah di bagian bait-bait itu.
Cuman, kalau kamu kenal dengan satu atau beberapa perempuan itu,
berarti kamu telah mengenali siapa jodohmu.

(Padahal, iBint tidak kenal. Salah satu pun.)

 

Yang Mungkin Masuk dalam Lingkaran Perkenalan iBint

iBint kenal betul tentang bagaimana caranya
mengatur suara agar area pertama dan area kedua
tidak berebut, bersinggung, maupun berkelindan.

iBint kenal betul bahwa di dalam lingkaran
masih ada lingkaran. Dan ia menyimpan rapat-rapat
lingkaran-lingkaran kecilnya—walaupun
lingkaran besar telah menjadi lingkaran kita semua.

*

Ke ibukota, iBint turut membantu saya.

Makasih, Bint…

Share: