RUTINITAS

Kita sudah biasa hidup di tengah rutinitas. Bangun, bla-bla-bla, tidur, bangun lagi. Diulang-ulang hingga mati. Rutinitas dianggap oleh sebagian sebagai kungkungan. Rutinitas juga dianggap oleh sebagian sebagai kemewahan. Berbangga-banggalah yang menjadikannya sebagai bentuk kecintaan terhadap aktivitasnya.

Rutinitas tidak mudah lepas dari kebosanan. Ituuuu-itu saja. Diulang-ulang hingga mati. Tentunya sangat hebat bagi yang bisa mengatasi kebosanan dalam rutinitasnya. Mencegah kebosanan dengan caranya sendiri. Tidak hanya bekerja kantoran saja dalam hari-harinya, di akhir pekan pun bertamasya atau menonton konser yang bisa dikenang. Tidak hanya mengerjakan tugas kerja dalam hari-harinya, di akhir pekan pun mengunjungi objek wisata atau menonton pameran seni rupa. Berpindah tempat sejenak adalah cara ampuh atasi kebosanan rutinitas. Me-refresh pikiran, membuat koneksi baru untuk otak, dan memberi kesan indah untuk mata.

Di tengah-tengah arus ekonomi yang deras, manusia tak sedikit yang melupakan pentingnya mengatasi kebosanan rutinitas. Baginya, gadget sudah cukup diandalkan untuk atasi kebosananannya. Pelbagai aplikasi dan games ditawarkan sebagai pencegah kebosanan. Di akhir pekan, layar-layar teknologi canggih menjadi momok tersendiri untuk dipandang lama sebagai penghibur dari rutinitasnya. Tidak mengapa, asalkan jangan lupa tamasya.

Kita sudah biasa hidup di tengah rutinitas. Bekerja, berpikir, dan bercanda. Rutinitas dianggap sebagai tantangan hidup. Dijadikan rutin karena selalu ditemui. Berbangga-banggalah yang menjadikannya sebagai tantangan hidup yang dicintai dan mudah diatasi dari kebosanannya.

Share: