fakultas-psikologi-ugmSempat terheran sejenak ketika ada beberapa teman yang ketika ditanya, “Habis lulus S1 Psikologi kamu mau jadi apa? Atau lanjut kemana?”, tetapi jawabannya kurang memuaskan penanya adalah dengan, “Nggak tahu,” atau  minimal ada embel-embel “belum kepikiran.”

Bagaimana dengan saya sendiri? Bagaimana saya menanggapi pertanyaan “Habis lulus S1 Psikologi kamu mau jadi apa? Atau lanjut kemana?”?

Maka saya akan menjawabnya dengan jawaban, “Saya akan melanjutkan studi S2, kemudian S3, kemudian menggapai gelar profesor.”

Apakah saya tidak menjadi psikolog?

Maka saya jawab, “Tidak.” Tetapi kalau ada seseorang yang merasa butuh nasihat dari orang psikologi terlebih dari saya, saya pun bisa melakukan untuknya dengan batas kompetensi yang saya punya. Kalau seseorang itu dari kalangan psikologi dan tidak menjadi psikolog bukan berarti dia bebas untuk menjadi tumpah keluh-kesah dari seorang klien. Ada kode etik yang mengatur. Ada batasnya. Pun psikolog juga memerlukan surat praktik untuk membuka jasa pelayanan konsultasinya. Sama seperti dokter yang ingin berpraktik setelah lulus.

Sebagian besar  teman-teman saya dan orang-orang yang telah saya kenal masih punya anggapan bahwa jika seseorang berkuliah di jurusan Psikologi maka ia akan menjadi psikolog. Jawabannya mengandung kebenaran tetapi tidak berlaku untuk zaman sekarang. Kalau anggapan itu berkaitan dengan kenyataan zaman dahulu, benar. Kalau sekarang, silakan Anda cek kemari: http://sevmananda.wordpress.com/2013/09/21/psikolog-dan-psikiater/

Salah-satu pekerjaan yang sering dicari untuk lulusan S1 Psikologi ada HRD (Human Resources Development).  HRD di sini lebih berfungsi pada manajemennya perusahaan. Ia mengendalikan, mengarahkan, dan merekrut dengan tes psikologi. Kalau di ilmu psikologi, calon HRD harus punya minat yang lebih untuk belajar tentang psikologi industri/organisasi.

Sarjana Psikologi, Njuk Ngopo?

Njuk ngopo yo? Njuk nggaya?  Ora! Tidak! Tidak boleh nggaya. Kalau saya sudah sarjana, saya akan lanjut ke S2 dan S3. Belajar sebanyak-banyaknya tanpa melupakan belajar agama. Itu saja. Dan kemudian mengajarkan kembali kepada khalayak manusia. Menggali ilmu pengetahuan dan mengamalkannya.

Jadi kalau ditanya, “S1 Psikologi, Njuk Ngopo?, maka lebih baik untuk dijawab, “Njuk sinau wae,ora usah isin sinau terus…” (Terus belajar saja, nggak usah malu untuk belajar terus…)

Share: