saya mencintai saya

Benar sekali. Saya mencintai saya. Anda pun berhak mencintai Anda. Apakah ketika saya mencintai saya muncul di benak suatu penilaian bahwa saya lebih mementingkan diri saya? Semoga tidak. Karena, kalimat ‘Saya mencintai saya’ lebih saya maknai sebagai janganlah hanya mencintai orang lain atau seorang kekasih, cintailah seseorang yang selalu bersamamu, yaitu kamu.

Kalau toh nanti saya sudah memiliki seorang kekasih, saya yakin kekasih itu tidak akan selalu di sisi saya setiap saat, apalagi setiap detik. Begitu juga dengan kita saat nanti, kita memiliki orangtua pun tidak selamanya harus ada di sisi kita, menemani atau mendidik atau menasihati selalu di setiap kondisi. Orangtua kita mencintai kita, sejak kecil memberikan pendidikan sekaligus nasihat untuk kita. Tetapi itu tidak berlangsung selamanya. Dalam suatu fase yang berkembang, orang-orang dituntut untuk memahami hal-hal mudah maupun sukar dengan sendirinya. Di situlah kepentingan dari mencintai diri sendiri. Kalau justru membenci diri sendiri, perihal mudah sekalipun takkan terjawabkan. Musnah sudah.

Tentunya, jangan sampai Anda membenci Anda. Anda harus mencintai Anda. Hidup yang indah adalah dengan mencintai keluarga, teman, orang lain dan diri kita.

Kalau Anda mencintai orangtua, ada cara tersendiri untuk membuktikan cinta itu. Sama seperti rasa cinta kepada seseorang, memberi bingkisan hadiah adalah salahsatu bentuk dari pembuktian rasa cinta itu. Nah, untuk rasa cinta kepada diri sendiri tentunya juga terdapat pembuktian. Terserah cara Anda membuktikan. Inti dari pembuktian rasa cinta bagi saya adalah semoga tetap langgeng dalam mencintai dan jangan sampai terjadi perilaku membenci.

Ini bukanlah sesuatu yang fiksi melainkan termasuk cerita yang tersambung pada serial Saya oleh saya yang selesai diciptakan tanggal 23 Maret 2014, pagi hari. Sambil menyunggingkan tersenyum untukmu dan untukku.

Share: