Perintah dari Allah itu dikerjakan semampunya, bukan semaunya. Adapun larangan-Nya: ditinggalkan, tanpa keterangan ‘semampunya’, hal ini disebabkan bahwa meninggalkan lebih mudah daripada mengerjakan.

(kajian buber di Masjid Pogung Raya, bersama Ustadz Amrullah Akadhinta, S.T.)

Share: