Sumber hukum Islam ada 4: Al Quran, Hadits, Ijma’ (kesepakatan ulama’), dan Qiyas. Kalau ada seseorang yang kalau diperintahkan ketaatan atau meninggalkan larangan justru berkata, “Itu masih khilafiyah.” atau “Itu masih dipertentangkan sebagian pendapat.”, maka bisa dipastikan bahwa ia belum menjadi pengikut Rasulullah yang sami’na wa atho’na (kami dengar dan kami taat). Sami’na bermakna menerima dan tidak menolak. Atho’na bermakna melaksanakan amal. Maka kalau Anda diperintahkan untuk melaksanakan perintah agama: JANGAN CARI CELAH UNTUK MENOLAKNYA!

Terima dulu dalil dari keempat sumber itu. Baru kemudian: beramal. Lagian, khilaf itu bukan dalil. Justru, khilaf itu butuh dalil. Setelah kita mendengar aturan agama, maka pertimbangkan dimanakah Anda berpihak jika Anda hidup di masa Nabi Muhammad:

  1. pihak para sahabat yang sami’na wa atho’na
  2. pihak orang-orang yang dekat dengan Nabi tapi setelah Nabi wafat justru murtad
  3. pihak munafiqin
  4. pihak Yahudi
  5. pihak Abu Jahal dan bala pengikutnya

Pertimbangkan dimanakah Anda akan bertindak.

(kajian jelang buka puasa oleh Ustadz Ammi Nur Baits, di Masjid Pogung Raya)

Share: