“Maaf, Anda tidak dinyatakan lulus SNMPTN 2013”

Kalimat yang sejujurnya memang ditulis tanpa apostrof

Kalimat yang sebenarnya lebih cakap untuk membuat pelajar SMA semester akhir tahun ini untuk menangis, menangis di depan layar yang tersambung koneksi internet

Kalimat yang pendek, tapi sanggup mengguncangkan hati bahkan pikiran selama hari-hari ke depan

Tolonglah!

Memasuki universitas dambaan bagi setiap pelajar melalui jalur undangan adalah musibah

Serius…

Musibah, yang setelah dilihat, kemudian ada kata ‘dinyatakan lulus’, maka kau akan menangis

Musibah, yang setelah dipandang, dipandang sekali lagi, berkali-kali, kemudian bertanya pada diri sendiri, “Benarkah ‘tidak dinyatakan lulus’?, maka itupun juga akan membuatmu menangis

Musibah, apabila kau benar ‘tidak dinyatakan lulus’, kau sanggup memilih dua jawaban untuk ke depannya

Pertama, menangislah, sekencang-kencangnya, tapi kemudian kau tak sanggup mengambil hikmahnya, hanya ‘menangisinya’

Kedua, menangislah, sekencang-kencangnya, semewek-meweknya, kalau perlu putarlah juga surat Ar Rahman yang disuarakan oleh Abu Bakr Al-Shatiry, feel it… Kemudian, berpikirlah cerah ke depan

Jawaban yang kedua tak hanya berhenti di tempat

Ia terus berjalan

Meminta di-doa-kan, saudara-saudara dekat atau jauh, yang pernah bersua atau yang tak pernah

Ia terus melangkah

Ia melangkah setelah menangis

Ia menangis lagi ketika ia mengingatnya

Ia lagi-lagi, meminta di-doa-kan

Di-doa-kan karena suatu dalil mengatakan,

 “Do’a seorang muslim kepada saudaranya ketika saudaranya tidak mengetahuinya adalah do’a yang mustajab (terkabulkan). Di sisinya ada malaikat (yang memiliki tugas mengaminkan do’anya kepada saudarany, pen). Ketika dia berdo’a kebaikan kepada saudaranya, malaikat tersebut berkata : Amin, engkau akan mendapatkan yang sama dengannya.” (HR. Muslim no. 2733).

Ia terus melangkah setelah mengutip

Melangkah dengan harapanku untuk diterima di Psikologi UGM

Melangkah dengan sekelumit cerita untuk secercah masa depan

Share: