Ibuk. Berasal dari kata ibu yang kemudian ditambahkan dengan huruf k. Dilakukan seperti itu karena selama ini aku lebih sering memanggil ibuku dengan sebutan ibuk.

Kalau kamu memanggil ibumu dengan sebutan apa? Mamah, bunda, umi, mamak, atau mom? Atau justru sama sepertiku, memanggilnya ibuk.

Peranan ibu dalam kehidupan kita sangatlah penting, dan bagiku paling penting. Kalau kamu laki-laki pasti jelas lebih banyak hal-hal yang susah atau tidak bisa kamu lakukan sebagaimana para ibu melakukannya. Ada sekat antara pihak ayah dan ibu. Ibu melahirkan sesudah mengandung. Ayah tidak. Ibu menyusui setelah melahirkan. Ayah tidak.

Kalau kamu perempuan –dan belum memiliki suami– kemungkinan besar ingin menjadi ibu. Kemungkinan besar? Kemungkinan? Ah, urusan ini seharusnya bukan menjadi kemungkinan, bukan? Esok hari toh juga masih ada yang menetap dalam kesendirian. Nah, semoga kamu tidak. Semoga kamu –yang akan bersuami– bisa menjadi ibu yang penyayang, pengasuh yang baik. Bukan sekadar pelahir, pengandung, atau penyusu yang sabar. Sepertinya, ada banyak hal yang akan kamu banggakan pasti.

Saat zaman sudah tak karuan polahnya. Dan dimana banyak perempuan sudah bosan memiliki sifat kewanitaan. Sederhananya, banyak perempuan yang menjadi laki-laki. Maka, semoga kamu yang perempuan tetap menjaga teguh takdir yang diberikan Tuhan. Bagi aku dan kamu yang laki-laki, semoga kejantanan kita tetap terjaga, menjadi sosok pria yang tangguh, menjadi ayah yang penyayang, pengasuh yang baik.

Ibu, ibu, dan ibu. Kemudian ayah. Ibu disebutkan tiga kali, sedangkan ayah hanya sekali. Bagi kaum laki-laki, Anda tak perlu cemburu! Tak perlu pula bersifat tolonglah semisal berubah menjadi perempuan hanya karena ingin menjadi ibu.

Sebagai manusia, jangan banyak-banyak mencemburui sesuatu. Apalagi kalau sesuatu itu sangat sepele. Juga jangan suka membenci sesuatu. Sedikit-sedikit membenci akan mengurangi rasa menyayangi dalam diri. Serius.

Ada satu kutipan dari novel ‘Eliana’ yang dikarang penulis favoritku. Kutipan tentang ibu.

“Jangan pernah membenci Mamak kau, Eliana. Karena kalau kau tahu sedikit saja apa ayang telah seorang ibu lakukan untukmu, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh dari pengorbanan, rasa cinta, serta rasa sayangnya kepada kalian.”

 

Tulisan abstrak ini ditulis secara sengaja. Bukan untuk memenuhi postingan blog. Tetapi dikhususkan untuk kamu (pembaca yang baik hati) dan dia (pembaca yang semoga juga baik hati), serta untuk ibuk.

Pagi hari, 21 Desember 2013.

Share: