img_0231

Ada banyak kesan dan pelajaran yang saya dapat dari film Turah (2016) karya Wicaksono Wisnu Legowo, di antaranya:

  1. Hidup ini sesungguhnya harus sungguh-sungguh
  2. Jangan mudah iri
  3. Jangan mudah dendam
  4. Jangan mudah terhasut
  5. Protes dengan kasar dan terlalu resah hanya akan membelitkan masalah, bersabar dan bersungguh-sungguh dalam bekerja
  6. Meski Anda kuliah hingga ke perguruan tinggi, nyatanya Anda tetap saja bisa bermodal ngapusi orang lain atau orang tua atau siapa saja yang Anda nilai itu akan menguntungkan
  7. Kemiskinan itu meresahkan
  8. Keresahan itu berdampak pada dendam, dan dendam bisa berdampak pada pembunuhan
  9. Kasih dan sayang kepada siapa saja

Masih banyak lagi kesan dan pelajaran yang saya dapat, tapi apa daya, sekian saja yang saya haturkan. Nomor 1, 2, 3, 4, dan 9 itu saya dapat dari tokoh Turah dan istri Turah. Nomor 5, 7, dan 8 saya peroleh dari si Jadag. Sedangkan saya mendapat pelajaran nomor 6 itu dari si Pakel, tokoh yang merupakan sebab berontaknya Jadag karena Pakel menjadi tangan kanan Juragan Darso.

Film Turah yang saya tonton pada perhelatan JAFF (Jogja-NETPAC Asian Film Festival) 2016 di hari Selasa malam tanggal 29 Desember 2016 ini mendapatkan satu penghargaan oleh Network for Promotion of Asian Cinema (NETPAC) dan satu penghargaan oleh komunitas film dari beberapa kota di Indonesia. Turah adalah satu karya yang memberikan kontribusi sinematik, dinilai penting bagi perkembangan sinema di Benua Asia.

Berdasarkan informasi oleh Hanung Bramantyo di akun Instagram-nya, sutradara Turah merupakan mantan clapper film Ayat-ayat Cinta. Tahun 2016, sutradara Turah sudah tidak jadi clapper, tapi jadi pemenang.

img_0249

Tanya-jawab film TURAH paska-penayangan: ada sutradara dan beberapa pemeran

img_0248

Hanung Bramantyo di sebelah kiri saya, persis

Share: