bulan

Novel ‘Bulan’ karya Tere Liye –bagi saya– bertemakan fantasi. Manusia tidak hanya dari klan Bumi saja, tetapi ada juga klan Bulan dan klan Matahari. Bulan merupakan novel lanjutan dari novel ‘Bumi’. Tiga tokoh utama yang hadir sejak di novel pertama selalu hadir di tiap-tiap bab. Sinopsis Bulan merangkum apa yang ada pada diri Seli, gadis yang bisa mengeluarkan petir. Sinopsis Bumi menceritakan tentang Raib, gadis yang bisa menghilang. Kedua novel fantasi ini memakai sudut pandang pertama: aku. Aku dalam novel tersebut mengarah pada diri Raib. Walhasil, saya agak bingung untuk mengaitkan antara sinopsis Bulan dengan isi novel yang berpijak pada diri Raib sebagai aku.

Berbeda dengan sebagaimana umumnya, novel Tere Liye yang ini berfokus pada petualangan dan persahabatan. Menurut saya (yang sudah banyak membaca novel-novel bang Tere), mayoritas novelnya adalah soal percintaan. Beda dengan Bumi dan Bulan. Di akhir novel Bulan, pembaca disuguhkan tawaran bahwa novel fantasi tersebut akan dilanjutkan dengan judul ‘Matahari’.

Ini adalah tulisan pertama saya yang membahas tentang aktivitas membaca. Ke depan, semoga dimudahkan untuk menyajikan tulisan tentang bacaan-bacaan yang telah saya rampungkan. Kalau perlu, juga tentang aktivitas menonton.


0208.2015 | 20.54 WIB

Share: